img_head
ARTIKEL

YURISPRUDENSI TAHUN 2017: PERTIMBANGAN DAN KAIDAH HUKUM 7 PUTUSAN MA-RI

Mar19

Konten : artikel hukum
Telah dibaca : 692 Kali

YURISPRUDENSI TAHUN 2017: PERTIMBANGAN DAN KAIDAH HUKUM
7 PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI

Oleh: Nor Hasanuddin, Lc., M.A.
(Hakim Pengadilan Agama Parigi)

Secara berkala, Mahkamah Agung RI melalui Biro Hukum dan Humas menerbitkan buku putusan yang berstatus landmark decisions (putusan penting) yang memuat pembaruan hukum di bidang hukum perdata, hukum perdata khusus, hukum pidana, hukum pidana khusus, hukum agama, hukum militer dan hukum tata usaha negara. Setidaknya, ada 2 (dua) kriteria dalam menentukan suatu putusan memenuhi kualifikasi sebagai putusan landmark decisions, yaitu; pertama, putusan yang memuat kaidah hukum baru sebagai suatu penemuan hukum yang belum diatur dalam peraturan perundang-undangan; kedua, putusan yang menjawab segala permasalahan hukum dalam praktek peradilan.  Putusan berstatus landmark decisions ini kemudian dijadikan sebagai yurisprudensi yang merupakan salah satu sumber hukum nasional di Indonesia. Pada bagian summary buku Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Tahun 2017 ini dijelaskan bahwa suatu putusan dapat dijadikan yurisprudensi apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: 

  • Putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap;
  • Putusan yang sudah teruji atau dibenarkan oleh Pengadilan Tertinggi (Mahkamah Agung);
  • Putusan Peninjauan Kembali (PK) sepanjang memenuhi syarat-syarat PK;
  • Persoalan hukum yang diputus belum diatur dalam peraturan perundang-undangan; 

Kaidah hukum yang dimuat di dalam putusan-putusan penting ini diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap perbaikan sistem hukum di Indonesia dan dapat menjadi acuan dalam menyelesaikan perkara di pengadilan. Lalu apa saja kaidah hukum yang telah dirumuskan dari 7 (tujuh) putusan penting itu? Berikut ini adalah uraian ringkas duduk perkara disertai pertimbangan hukum untuk ketujuh putusan Mahkamah Agung tersebut, kemudian disusul dengan kaidah hukumnya.

Selengkapnya KLIK DI SINI.